Cara Reset Printer Canon IP2770 Secara Manual



Langsung Saja Sobat Cara Reset Printer Canon IP2770 Secara Manual

Langkah pertama adalah matikan terlebih dahulu Printer Canon yang akan di reset. Cabut kabel power dari sumber listrik dan USB tetap terpasang pada komputer.

Tekan dan tahan pada tombol RESUME kemudian tahan

Selanjutnya tekan tombol POWER sampai lampu hijau menyala dan tombol resume jangan dilepas dulu.

Kemudian Lepas tombol RESUME, tapi tombol POWER tetap ditahan

Tekan tombol RESUME 5 x. Maka lampu Led akan menyala secara bergantian orange hijau dengan nyala terakhir warna orange. (Jangan sampai kurang atau lebih dari 5 kali, ini bisa menyebabkan printer mati total sementara. Pastikan pas menekan 5 kali)

Berikutnya Lepas kedua tombol secara bersamaan.

Lampu Led akan berkedip sebentar setelah itu akan nyala HIJAU lagi.

Tunggu sebentar, Komputer akan mendeteksi device printer, dan abaikan saja

Maaka sekarang printer canon kamu dalam keadaan SERVICE MODE dan siap direset menggunakan software reseter.


Demikian sobat, semoga bermanfaat,,, jangan lupa tinggal pesan di kolom komentar yaa,,, saling berbagi.

Praktik Pancasila di Tingkat Lokal melalui Persatuan Pendekar Silat Bojonegoro



Bojonegoro, ada apa to Bojonegoro Saiki???


Banyak Hal yang dapat diceritakan di Kota Kecil tercinta ini, Mulai dari Bupatinya yang merakyat, Pemerintahannya yang Terbuka, Budayanya yang hidup saling berdampingan, Destinasi Wisatanya yang aduhai, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bojonegoro, 20 Oktober merupakan hari bersejarah bagi Masyarakat Bojonegoro, hari itu adalah hari dimana masyarakat merayakan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Ditahun 2016 ini usia Bojonegoro sudah yang ke-339.

Tahun ini berbeda tentunya dengan tahun lalu, 20 Oktober kemarin saya mengikuti Upacara Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke-339 dengan undangan tertentu tentunya. Sehari sebelum pelaksanaan Upacara Hari Jadi, dilaksanakannya Festival OGP (Open Goverment Partnership) saya bersama Kades Ngasem (Suwondo,SE.MM.) Mengikuti kegiatan tersebut di Gedung Pemkab Bojonegoro yang Baru, Desa Ngasem adalah salah satu desa diantara sepuluh desa lainnya di Kabupaten Bojonegoro yang termasuk desa yang transparan, Desa Ngasem dengan keunggulan webdesnya ngasem-bjn.desa.id yang sudah memuat transparansi anggaran dan sudah adanya SID (sistem informasi desa) dalam webdes tersebut masuk lima besar dalam Festival OGP, sehingga Desa Ngasem meraih Penghargaan Bupati pada Festival OGP tersebut.



Berawal mula dari Festival OGP, dalam Upacara HJB ke-339 mendapatkan undangan khusus sebagai Desa terbaik dan berprestasi. Waow seruuuu,,,,


Saya mengikuti Upacara dengan khidmat, mendengarkan Pidato resmi Kang Yoto Bupati Bojonegoro yang khas dengan logat Wong Jonegoro membuat setiap orang yang mendengarkan merasakan haru, bangga dan semangat untuk berkarya demi Bojonegoro tercinta, banyak kutipan menarik dan motivasi-motivasi yang ku dapatkan.

Kang Yoto yang apa adanya didambakan Kepemimpinannya oleh masyarakat Bojonegoro, membuat Bojonegoro naik level tentunya, saat ini menjadi Trending di tingkat Nasional bahkan Dunia.

Upacara selesai, namun ternyata ada yang menarik perhatian saya. Pertunjukan yang hebat digelar seusai protokol membacakan rangkaian acara, tiba-tiba ratusan Pendekar Silat berlari menuju tengah alun-alun dengan pakaian atribut lengkap perguruannya masing-masing. Bendera kebesaran perguruan saling dikibarkan, waooww,,, semua pasang mata tamu undangan maupun peserta upacara kaget, namun hanya beberapa saat setelah para pendekar ini memberikan salam persatuan IPSI, gemuruh tepukan tangan mulai terdengar memberikan apresiasi kepada aksi mereka.


Apalagi saat para pendekar silat ini saling mempertunjukkan kebolehan jurus-jurus dari masing-masing perguruan, rasanya suasananya semakin indah dan rasa persatuan kolaborasi jurus diantara pesilat memberikan gerakan-gerakan yang menakjubkan.


Anehnya, semua undangan dengan reflek tanpa sadar berdiri beranjak dari tempat duduknya, bukan lari menjauhh,,, ehhh malah mendekat sambil menyiapkan kamera HP. hehehe saya menjadi kebingungan.

Gamelan dari sudut utara alun-alun, membuat suasan menjadi berbeda. Merdu mengalun mengiringi setiap gerak pendekar yang meragakan jurus-jurus andalan dari perguruannya, dengan gamelan yang sama namun gerak yang berbeda membuat perhatian seluruh peserta upacara. Ini artinya meskipun berbeda namun kita sebenaranya memiliki tujan yang sama.


Setelah beberapa saat pertunjukan, muncullah perwakilan 13 Perguruan se-Kabupaten Bojonegoro dengan membawa bendera kebesaran perguruannya masing-masing dikibarkan. Disitulah terjadi sejarah baru semua peserta upacara menjadi saksi Deklarasi Kampung Pesilat Bojonegoro.

Inovasi yang diprakarsai oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Bintoro, bersamaan dengan Peringatan Hari Jadi Bojonegoro yang ke-339 tahun ini, sejarah baru yang diukir Kabupaten Bojonegoro melalui perwakilan ratusan Pendekar silat dari 13 Perguruan yang mewakili ribuan Pendekar yang ada di Bojonegoro mendeklarasikan Bojonegoro sebagai Kampung Pesilat.

Sebuah trobosan baru, mempersatukan para pendekar silat di Bojonegoro yang selama ini yang identik dengan prilaku kurang terpuji. Dengan adanya Deklarasi ini diharapkan saling membantu terciptanya keamanan dan partisipasi seluruh perguruan silat di Bojonegoro bersatu padu, mewujudkan Kota Bojonegoro yang aman dan tentram.


Deklarasi Bojonegoro sebagai Kampung Pesilat ini melibatkan diantaranya 13 Perguruan yang ada di Bojonegoro, yaitu IPSNU PN, Margaluyu 151, PSH Winongo Muda, Tapak Suci Putra Muhamadiyah, IKSPI, Perisai Diri, RASA, ASAD, Pencak Organisasi, Gubuk Remaja Merpati Putih dan Rajekwesi Bojonegoro.

Dalam deklarasi Kampung Pesilat juga diisi dengan IKRAR Pendekar Bojonegoro sebagai Komitmen bersama menjaga Persatuan dan Kerukunan tanpa adanya sekat Perguruan. Berikut adalah Ikrar Pendekar Silat Kabupaten Bojonegroro:

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila  dan UUD 1945;
3. Meningkatkan persatuan dan kesatuan Bangsa;
4. Menjaga dan menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban di Wilayah Kabupaten Bojonegoro;
5. Menjalin persaudaraan dan kerukunan antar perguruan pencak silat dan diluar perguruan pencak silat.

Dengan digelarnya Deklarasi dan Ikrar Pendekar Silat Bojonegoro, semakin menguatkan Bojonegoro sebagai Kota yang Ramah HAM, beginilah salah satu cara Bojonegoro Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal dan sekaligus sebagai Tuan Rumah pada Festifal HAM yang digelar Akhir Nopember 2016 mendatang.

Jadilah Masalah itu sebagai Peluang anda Berkarya, (Kutipan Pidato yan pernah disampaikan Kang Yoto).

''Festival HAM 2016''

@FastHAM2016
#FestHAM2016
#bojonegorolampauibatasmaksimalmu
#bojonegoromatoh
#jatimproduktif






Kutitipkan Ceritaku Di Bojonegoro


M. Fauzi Kharisma (diatas gedung pemkab.Bojonegoro)

Bojonegoro, menyimpan sejuta kenangan indah yang tak bisa terlupakan dalam kehidupan saya. Terlahir di kota kecil di Jawa Timur “Bojonegoro” disinilah saya dilahirkan, tumbuh besar mengikuti perkembangan dan pertumbuhan kota Bojonegoro sampai saat ini, disini ku dibesarkan, di didik dan belajar mulai dari bangku madrasah hingga kuliah sampai belajar dari alam yang ada di Bojonegoro.

                                                                       selfi bareng Kang Yoto (Bupati Bojonegoro)

Ngasem, adalah tempat tercinta saya. Mengawali perjalanan ditahun 2010 mengabdikan diri di salah satu Yayasan Swasta yang ada di Kecamatan Ngasem “ Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda Dukohkidul” disinilah saya menimba ilmu, mulai dari Pendidikan Pesantren hingga SMA dan akhirnya mengabdikan diri. Seiring pengabdian saya waktu itu di MTs Wasilatul Huda sebagai Operator Madrasah, disambi dengan kuliah dan aktif dalam berorganisasi rasanya menjadi pengalaman berharga, hidup jauh dari orang tua dan keluarga. Yah,,, memang tidak jauh jarak antara Ngasem dengan Dukohkidul, namun dengan rasa ingin kemandirian itu merasa asing dan merasa jauh, karna pulang hanya beberapa saat, ku habiskan waktuku bersama keluarga baru di Pondok.

Organisasi, adalah salah satu hoby saya hingga sekarang. Mengawali organisasi Pramuka, IPNU mulai dari tingkat Kecamatan hingga Cabang dan akhir masa jabatan pada tahun 2016 sebagai Pengurus Harian Bendahara PC.IPNU Bojonegoro dan masih banyak lagi organisasi lainnya.
                                                                bersama RTIK memandu webdes Desa Ngasem dalam festival OGP

Perjalanan panjang telah ku lewati, hari demi hari selalu ku jalani dengan penuh semangat dan keikhlasan hingga ditahun 2014 saya LULUS disalah satu Perguruan Tinggi Terbesar di Bojonegoro “IKIP PGRI Bojonegoro” Fakultas Pendidikan Matematika dengan IPK yang Cukup Memuaskan, “Alhamdulillah”.

Sejak itu di Madrasah tempatku mengabdi, diberikan kepercayaan kepada saya untuk mengajar Mata Pelajaran Matematika, dengan penuh rasa tanggung jawab, saya berusaha untuk memberikan yang terbaik, hingga mengajar sampai saat ini.

Seiring perkembangan hari, tahun 2014 Desa Ngasem pada waktu itu masa jabatan Kepala Desa berakhir, saya berfikir untuk pulang dan ingin mengabdikan diri dilingkungan saya di Desa Ngasem.
Entah, sebuah kebetulan atau memang sudah jalan takdir. rasanya Allah Selalu memberi jalan terbaik pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Pada waktu itu, Bapak Suwondo, SE.MM yang juga mengabdikan diri di tempat saya bekerja, beliau yang sebagai guru Olahraga dan juga sebagai warga Desa Ngasem. Shering disela-sela waktu istirahat, sehingga menumbuhkan ide-ide baru.



Dengan rasa sosialnya yang tinggi, sehingga masyarakat  Desa Ngasem mencalonkan Beliau sebagai salah satu kandidat Calon Kepala Desa Ngasem, seiring perjalanan pemilihan Kepala Desa dalam pemilihan langsung Beliau terpilih Sebagai Periode masa bhakti 2014-2020.

Dari situlah, saya akhirnya direkrut sebagai Operator desa. Dari situ saya mulai belajar apa itu Pemerintahan, berbekal niat yang tulus dan rasa berjuang yang tinggi bersama perangkat yang lainnya sehingga muncul suasana kekeluargaan, disitulah bersama-sama membangun Masyarakat Desa Ngasem untuk lebih baik lagi.

Baru setahun mejabat, Desa Ngasem yang dipimpin oleh Pk.Wondo ini mulai mendapatkan penghargaan, hingga tahun 2016 ini sudah terjejer Penghargaan-penghargaan dari Bupati Bojonegoro. Salah satunya adalah sebagai Desa yang terbuka, Open Govertment Partnership (Pemerintahan Terbuka), senang rasanya ikut andil didalamnya, dapat mengabdikan diri di lingkungan tempat ku dilahirkan.

                                                                 Kades Ngasem Terima Penghargaan Pemerintahan Terbuka (OGP)

Banyak hal yang ingin ku tuangkan dalam tulisan ini, namun dengan keterbatasan hanya beberapa hal yang hanya bisa tersampaikan, semoga dapat menginspirasi teman-teman pembaca, semoga menjadi amalan sholehan untuk kita semua. Aminn.


Cara Unik Buat Lampu Lilin Dari Kapas dan Minyak Goreng


Mati lampu??? jangan khawatir, ada trick unik karya anak desa nih. membuat lampu lilin dari kapas dan minyak goreng. kalau di Jawa dinamakan Oblik.

Cukup simpel, siapkan Bahan-bahanya :
1. Kapas
2. Minyak goreng
3. Lepek (Alas Cangkir)

Caranya :
1. Tuangkan minyak goreng ke Lepek
2. Celupkan kapas sampai basah dengan minyak
3. Peras ujung Kapas sampai Putih.(Buat Sumbu)
4. Nyalakan.

beressss deh,,, cara simpel sebagai alternatif untuk penerangan rumah saat pemadaman listrik.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi!

Membuat tampilan Google terlihat miring



Tampilan Google tentu akan terlihat lurus setiap kali digunakan. Namun, kamu bisa mencoba trik untuk membuat tampilan ini terlihat berbeda dari biasanya.

Ketiklah tulisan Askew pada kotak pencarian Google dan lakukan pencarian seperti biasa. Selanjutnya, tampilan Google-mu akan terlihat agak miring, selamat mencoba!