M. Fauzi Kharisma (diatas gedung pemkab.Bojonegoro)
Bojonegoro, menyimpan sejuta
kenangan indah yang tak bisa terlupakan dalam kehidupan saya. Terlahir di kota
kecil di Jawa Timur “Bojonegoro” disinilah saya dilahirkan, tumbuh besar
mengikuti perkembangan dan pertumbuhan kota Bojonegoro sampai saat ini, disini
ku dibesarkan, di didik dan belajar mulai dari bangku madrasah hingga kuliah sampai
belajar dari alam yang ada di Bojonegoro.
selfi bareng Kang Yoto (Bupati Bojonegoro)
Ngasem, adalah tempat tercinta
saya. Mengawali perjalanan ditahun 2010 mengabdikan diri di salah satu Yayasan
Swasta yang ada di Kecamatan Ngasem “ Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda
Dukohkidul” disinilah saya menimba ilmu, mulai dari Pendidikan Pesantren hingga
SMA dan akhirnya mengabdikan diri. Seiring pengabdian saya waktu itu di MTs
Wasilatul Huda sebagai Operator Madrasah, disambi dengan kuliah dan aktif dalam
berorganisasi rasanya menjadi pengalaman berharga, hidup jauh dari orang tua
dan keluarga. Yah,,, memang tidak jauh jarak antara Ngasem dengan Dukohkidul,
namun dengan rasa ingin kemandirian itu merasa asing dan merasa jauh, karna
pulang hanya beberapa saat, ku habiskan waktuku bersama keluarga baru di
Pondok.
Organisasi, adalah salah satu
hoby saya hingga sekarang. Mengawali organisasi Pramuka, IPNU mulai dari
tingkat Kecamatan hingga Cabang dan akhir masa jabatan pada tahun 2016 sebagai
Pengurus Harian Bendahara PC.IPNU Bojonegoro dan masih banyak lagi organisasi
lainnya.
bersama RTIK memandu webdes Desa Ngasem dalam festival OGP
Perjalanan panjang telah ku
lewati, hari demi hari selalu ku jalani dengan penuh semangat dan keikhlasan
hingga ditahun 2014 saya LULUS disalah satu Perguruan Tinggi Terbesar di
Bojonegoro “IKIP PGRI Bojonegoro” Fakultas Pendidikan Matematika dengan IPK
yang Cukup Memuaskan, “Alhamdulillah”.
Sejak itu di Madrasah tempatku
mengabdi, diberikan kepercayaan kepada saya untuk mengajar Mata Pelajaran
Matematika, dengan penuh rasa tanggung jawab, saya berusaha untuk memberikan
yang terbaik, hingga mengajar sampai saat ini.
Seiring perkembangan hari, tahun
2014 Desa Ngasem pada waktu itu masa jabatan Kepala Desa berakhir, saya
berfikir untuk pulang dan ingin mengabdikan diri dilingkungan saya di Desa
Ngasem.
Entah, sebuah kebetulan atau
memang sudah jalan takdir. rasanya Allah Selalu memberi jalan terbaik pada
hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Pada waktu itu, Bapak Suwondo, SE.MM yang
juga mengabdikan diri di tempat saya bekerja, beliau yang sebagai guru Olahraga
dan juga sebagai warga Desa Ngasem. Shering disela-sela waktu istirahat,
sehingga menumbuhkan ide-ide baru.
Dengan rasa sosialnya yang
tinggi, sehingga masyarakat Desa Ngasem
mencalonkan Beliau sebagai salah satu kandidat Calon Kepala Desa Ngasem,
seiring perjalanan pemilihan Kepala Desa dalam pemilihan langsung Beliau
terpilih Sebagai Periode masa bhakti 2014-2020.
Dari situlah, saya akhirnya
direkrut sebagai Operator desa. Dari situ saya mulai belajar apa itu
Pemerintahan, berbekal niat yang tulus dan rasa berjuang yang tinggi bersama
perangkat yang lainnya sehingga muncul suasana kekeluargaan, disitulah
bersama-sama membangun Masyarakat Desa Ngasem untuk lebih baik lagi.
Baru setahun mejabat, Desa Ngasem
yang dipimpin oleh Pk.Wondo ini mulai mendapatkan penghargaan, hingga tahun
2016 ini sudah terjejer Penghargaan-penghargaan dari Bupati Bojonegoro. Salah satunya
adalah sebagai Desa yang terbuka, Open Govertment Partnership (Pemerintahan
Terbuka), senang rasanya ikut andil didalamnya, dapat mengabdikan diri di
lingkungan tempat ku dilahirkan.
Kades Ngasem Terima Penghargaan Pemerintahan Terbuka (OGP)
Banyak hal yang ingin ku tuangkan
dalam tulisan ini, namun dengan keterbatasan hanya beberapa hal yang hanya bisa
tersampaikan, semoga dapat menginspirasi teman-teman pembaca, semoga menjadi
amalan sholehan untuk kita semua. Aminn.




EmoticonEmoticon