Santri Wasilatul Huda
Pagi yang cerah matahari terbit
menyinari bumi terang menusuk kedalam pori-pori, sehingga membangkitkan
semangat ratusan santri Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda Dukohkidul
berkumpul seraya melaksanakan Apel. namun ada yang berbeda pada Apel kali ini,,
yaa seperti yang sudah diberitakan sebelumnya Presiden Negara Republik
Indonesia telah menetapkan bahwa pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri
Nasional. sehingga sekitar 900 Santri di Yayasan Pondok Pesantren Wasilatu Huda
Dukohkidul Melaksanakan Apel meperingati Hari Santri Nasional tersebut.
Dewan Guru Wasilatul Huda
Acara berlangsung
dengan Khidmat, dengan diawali pembacaan Naskah dari Pimpinan Pusat LP Ma'arif
Jakarta, Dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar Santri Republik Indonesia. Kegiatan
terasa khidmat ditambahkan dengan melantunkan Lagu Wajib nasional "Padamu
Negeri" dan Lantunan Nadhom "Imrithi".
Pembina Apel
(Khoirul Anam, MA) dalam amanatnya menambahkan awal mula pemilihan tanggal pada 22
Oktober bukan tanpa alasan, pasalnya pada tanggal tersebut, 70 tahun yang lalu
Hadratus Syech KH. Hasyim Asy`ari mengeluarkan Fatwa Perang Suci yang kemudian
terkenal dengan istilah Resolusi Jihad. Setelah keluar fatwa tersebut, seluruh
santri dan kiyai yang ada di Jawa Timur bergerak ke Surabaya sampai pada
tanggal 10 November 1945 meletuslah peperangan yang dalam sejarah tercatat sebagai
perang terdahsyat. Itu semua dimotori oleh santri dan kiyai, imbuhnya.
Pembacaan Do'a Oleh Ustd. Hamid Al fajri
Ditambahkan dalam
amanatnya dalam mumentum yang indah ini beliau memberikan kepada salah satu
Santri yang berprestasi yaitu Siti Nur Ma'rifah Santri dari kelas Takhasus SMAI
Wasilatul Huda yang telah mengkhatamkan Nadhom Imrithi dengan waktu yang sangat
singkat. "Selamat kepada santri seluruh Indonesia".(fz/pk).




EmoticonEmoticon